Postingan

Memanggilmu 'teman'

Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau berani berjanji untuk tidak pernah pergi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh mengirimi kamu puisi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku berdosa mencemburui gadis-gadis lain di dekatmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan membiarkanku berebut perhatianmu dengan 'teman'mu yang lain? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku bisa terlihat begitu indah di matamu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh diam-diam merindukanmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku tidak boleh lagi menginginkanmu menjadi orang di masa depanku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau tetap mengizinkanku merapal namamu di doa malamku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan bercerita kepadaku tentang gadis yang kau inginkan? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku boleh melarangmu me...

Hujannya langit, untuk bumi

Kyaa kyaaa akhirnya bisa posting pake gadget sendiri lagi:’) setelah satu postingan sebelum ini bikinnya modal minjem.--. Di luar hujan, hujannya keroyokan. Timing -nya pas gitu buat pasang headphone , dengerin lagu Like We Used To (recomended by @PutriErfianiZ , the Mother Of Nyindir =P ), sambil ngemil tissue. Nyahahaha melocooooo_-----_ Ini sebenernya ngga tau mau posting apa, lagi maruk aja pengen ngotorin blog. Lagi pengen dua-duaan sama laptop yang baru aja rujuk. Sebulan ngga kesentuh, akhirnya laptopnya ngambek, terus ngga mau nurut. Yaah laptop aja ngerti kalo ditinggalin gitu aja, ngambek, jadi jutek, pengen tenangin pikiran di tukang servis komputer. Gimana manusia....... kalo ditinggalin tiba-tiba, mau marah-marah aja gengsi, yaudahsih minggat aja.. biasanya sih ini dialami korban php............ Lucu ngga sih kalo posting tulisan gak kurang penting gini, Cuma tiga paragraf lagi hmmmm... tambah-tambah aja deh ya.. Selasa malem, 24 Juli 2012    ...

Kita beri titik di sini :)

            Katanya, kamu yang paling hafal setiap sinyal yang terpancar dari sonar di kepalaku. Katanya, kamu yang paling mengerti setiap denging nyaring dari kepakan sayapku. Katanya.......... kamu yang paling tahu siapa aku. Kamu bohong ya?             Setiap senja, aku duduk di balik jendela. Menerka-nerka siluet siapa lagi yang akan muncul terkena bias keemasan dari langit. Setiap kali aku mencari, yang kudapati hanya bayangan pak pos kecil berbulu lembut seputih salju, yang mengabariku ‘Tidak ada surat untukmu hari ini, Nona’.             Aku mendengus kesal sendirian, rasanya ingin kucari dimanapun kamu saat ini. Tapi aku sudah kehabisan banyak sekali bubuk pixie hanya untuk terbang mencarimu. Aku malu kalau lagi-lagi meminta segenggam bubuk pixie milik Tinkerbell. Sekarang, yang sibuk kupikirkan adalah seanda...

Sama, kau ataupun mereka

Aku selalu tidak punya kesempatan untuk memberitahumu apa-apa yang menggangguku, pertama karena aku takut ini akan turut mengganggumu, kedua karena aku takut kau tidak akan peduli dan tentunya ini akan lebih mengganggu.               Begini, aku ingin sekali berbagi, terlebih kepadamu. Tentang apa-apa saja yang membuatku bahagia, marah, dan sedih seperti sekarang ini. Tapi sepertinya, kau tidak akan rela memberikan sedikit waktumu untuk mendengarkan semuanya. Tapi Tuhan baik sekali, ketika aku benar-benar sangat membutuhkan bahumu saat ini, Tuhan memberikanku teman-teman yang siap sempurna meminjamkan bahu mereka, pertama untuk menopang sedihku karena sesuatu yang menggangguku ini, kedua untuk melepaskan kecewaku karena kau bukan salah satu dari mereka.             Sederhana cara mereka menunjukkan rasa pedulinya, cukup membuatku terharu ketika melamunkannya. Mereka...

Masih Sanggup Menunggu

Tengadah aku menatap gurat langit-langit Sayangnya hanya langit-langit Bukan langit Langit-langit yang aku sendiri mampu melihatnya Bukan langit yang harusnya bisa kita pandangi bersama Tapak-tapak yang melangkah tanpa ku tahu Ternyata memang sejauh itu Engkau, aku, berdiri di pijakan berbeda Tapi masih ada langit, yang siap menjembatani doaku setiap malamnya Kenyataan selalu menghadiahkanku sepotong rindu Tanpa pernah menuntunku menemuimu Sejauh itukah jeda jarak yang selalu menghambat rindu? Menahanku yang selalu ingin memelukmu Langit malam ini adalah wajah hatiku Tak ada bintang, tak terang Aku redup kali ini, cahayaku dimakan rindu Mungkin ragaku berbatas ruang dan waktu Mungkin mataku tak selalu mampu menjagamu Tapi rasaku, masih sanggup menunggu :)

CERPEN : Pilihan Langit :)

            Angie menangis, dia takut tidak bisa menemukan kelinci kesayangannya yang tiba-tiba menghilang ketika bermain di taman. Dia terlalu asyik mengumpulkan bunga-bunga taman yang gugur di tanah, hingga perhatiannya kepada Chicu, kelinci coklat kesayangannya itu pun luput. Dia terlalu lelah menangis dan berkeliling taman mencari kelincinya itu, samppai akhirnya dia hanya duduk di pondokan kecil di ujung taman.             Gadis kecil berusia 7 tahun itu masih saja menangis, sambil terus memanggil-manggil nama kelincinya itu. Sampai akhirnya ia mendengar suara anak laki-laki dari arah belakang.             “Ini punyamu?”, tanya anak laki-laki yang berusia sekitar 9 tahun itu. “Tadi dia berlari ke halaman rumahku, ini punyamu ya?” dengan lembutnya anak itu menyerahkan kelinci lucu berwarna coklat kepada gadis kecil yang ...

Bait Rindu kepada Sunyi :)

Telah kutemukan rumah untuk aku tempati Aku menamainya hatimu Aku senang memimpikanmu untuk menyelamatkan hidup seseorang Hidupku Telah kusampaikan dengan adil Sebait rindu kepada  sunyi Sunyi itu ada pada lembut hela nafasmu Pada bling-bling kilau kerling tatapmu Tanpa laut lumba-lumba tak mampu menyelam Tanpa keduanya, kau dan aku tak akan tersenyum Membayangkan rasa sedalam samudera Telah lama kau hidup di mataku Aku bertahan tak berkedip Agar kau tetap di sana Engkau adalah alasan cakrawala menggantung cahaya setiap pagi Semata kata yang mampu menipu telingamu Rasa ini terlalu bisu untuk membuatmu mendengar Cinta itu bicara bisik-bisik, sayang Untuk mendengarnya, kau harus mendekat