Postingan

Perihal Menunggu dan Rindu

Pada akhirnya, aku kembali menjadi aku yang memaksa matahari turun lebih awal. Lekaslah malam, Tuhan. Lekaslah Sabtu.. Aku sudah menelan dua pagi tanpa selamat pagi darimu. Tapi kupastikan, aku selamat pagi ini, untuk tetap menunggumu pulang. Aku sudah terpejam dua malam tanpa selamat tidur darimu. Tapi kupastikan, tidurku selamat malam ini, untuk tetap berbicara denganmu di mimpiku. Sayang, rinduku serupa kilat yang tak mau mengalah pada deras hujan. Menyambar tapi tak bersuara, menjalar diam-diam panasnya. Tapi kupastikan, rinduku takkan membunuhmu. Tapi.. Terkadang rinduku liar serupa rumput di pekarangan, semakin waktu menginjak-injak helainya, semakin kuat akarnya. Tapi kupastikan, rinduku takkan menjeratmu. Tapi.. Seringkali rinduku tak tahu malu, melarikan diri dari awasku. Beriringan mengunjungi dan mengetuk jendela barakmu, minta diberi jalan masuk. Memelukmu, lewat dingin angin malam yang berebut lenganmu dengan selimut. Tapi kupastikan, rinduku takkan membekukanmu. ...

Telah Bangun

Bahagia pernah lebih nyata daripada ini. Dan datangmu lebih seperti fiksi, yang menimbunku di pertengahan buku. Seperti fiksi, yang tadinya kukira hanya ada di lembar-lembar huruf bisu. Tapi kau bukan tokoh yang kuciptakan sendiri, kau tak lahir dari imaji seorang gadis yang terobsesi menulis cerita hidupnya sendiri. Kau.... Seperti kado di pagi hari, seperti matahari yang membuatku sadar bahwa aku 'telah bangun'. Karena aku telah bangun, bukankah aku berkewajiban menyelesaikan hari ini? Maka kau; sebagai pemahat yang mematri senyum di sudut bibirku, sebagai bening embun yang memantulkan silau cahaya di mataku; Ikut bertanggungjawab. Karena kau telah membangunkanku, maka pandu langkahku sampai akhir, sampai kita sama-sama lelah dan beristirahat. Sampai malam mengganti pagi, memayungi mimpiku yang kusandarkan di bahumu. Sampai pagi kembali lagi, dan kau membangunkanku lagi. Jadi, sayang. Selama pagi belum lupa akan tugasnya memulai hari, jangan pernah lepaskan sayapku dari gen...

Dari Langit Menuju Bumi :)

Untuk langit, yang menjadi naungannya lebih dulu; sebelum aku. Cantik, apa kabar?                 Aku baik. Dia, genangan di telagaku; awanmu dulu, juga baik. Setelah dia kubawa pindah bersamaku, pasti kau merindukannya, kan?                 Dulu. Dulu sekali. Aku pernah sepertimu, menunggunya turun sesekali menyapaku. Lewat gerimis, dia mengunjungiku; sebagai seorang teman lama. Lewat gerimis, dia singgah tapi kemudian kembali menguap; kembali padamu. Kau memaksanya pulang, padahal aku masih kekeringan. Kau membawanya pulang, sebelum dahaga ladang dan haus di taman bungaku hilang.                 Hari itu, dia turun kepadaku sebagai hujan. Dia tergenang di mangkuk-mangkuk yang kusebar di pekarangan. Tak ingin kau menjemputnya lagi, kupindahkan dia k...

Beberapa yang terbaik dari yang terbaik :)

Gambar
                “Mereka adalah mataku, ketika lensa kacamataku retak sebelah. Mereka adalah tanganku, ketika telunjukku teriris dan susah menulis. Mereka adalah mulutku, ketika aku terlalu takut memberitahumu sesuatu. Lebih dari segalanya, mereka adalah airmataku; yang ikut jatuh bersamaku, dan untuk mereka lah, aku harus menjadi lebih kuat, lebih baik. Untuk mereka; agar mereka tak lagi ikut jatuh bersamaku” Rupanya, sahabat tak selalu tentang ‘iya’.                 Untuk lawan argumenku yang terkasih; yang seringkali membuatku berpikir berkali-kali ‘apa yang salah?’ ‘siapa yang salah?’. Ah, rencana Tuhan tak sesimpel naskah drama pagelaran, temanku. Untuk bisa saling mengasihi, kita butuh saling membenci.......diri sendiri lebih dulu.               ...

Penerjemahan yang gagal

Why fall in love if you can fall asleep? Ketika seseorang datang membawakanmu kebahagiaan, dan kau menerjemahkannya sebagai sebuah harapan. Saat itulah, kau telah menjerumuskan perasaanmu sendiri ke dalam angan-angan; tempat di mana tak pernah ada tangan-tangan yang menawaarkanmu bantuan untuk segera keluar. Karena beberapa orang memang senang berbuat baik, tanpa maksud mengajakmu menjadi bagian darinya. Dan, teruntuk orang yang senang menebar kebaikan. Ada baiknya dulu kau datang tanpa buah tangan. Karena beberapa orang tak biasa menganggap sesuatu yang indah sesederhana maksudmu. Dan untukku sendiri, barangkali lebih baik kucuci otakku dulu. Biar bersih dari pemikiran dungu, tentang kau satu-satunya yang bisa melihat aku begitu kecil tapi tetap tak pernah pergi. Baru saja kau ingin kuberitahu satu-dua harapan yang kutitipkan dibahumu, mungkin saja kau ingin mempercepat proses menjadikannya nyata. Tapi sedihku pagi tadi, rasanya setimpal karena aku lancang meminta hatimu setelah kau -...

Memanggilmu 'teman'

Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau berani berjanji untuk tidak pernah pergi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh mengirimi kamu puisi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku berdosa mencemburui gadis-gadis lain di dekatmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan membiarkanku berebut perhatianmu dengan 'teman'mu yang lain? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku bisa terlihat begitu indah di matamu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh diam-diam merindukanmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku tidak boleh lagi menginginkanmu menjadi orang di masa depanku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau tetap mengizinkanku merapal namamu di doa malamku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan bercerita kepadaku tentang gadis yang kau inginkan? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku boleh melarangmu me...

Hujannya langit, untuk bumi

Kyaa kyaaa akhirnya bisa posting pake gadget sendiri lagi:’) setelah satu postingan sebelum ini bikinnya modal minjem.--. Di luar hujan, hujannya keroyokan. Timing -nya pas gitu buat pasang headphone , dengerin lagu Like We Used To (recomended by @PutriErfianiZ , the Mother Of Nyindir =P ), sambil ngemil tissue. Nyahahaha melocooooo_-----_ Ini sebenernya ngga tau mau posting apa, lagi maruk aja pengen ngotorin blog. Lagi pengen dua-duaan sama laptop yang baru aja rujuk. Sebulan ngga kesentuh, akhirnya laptopnya ngambek, terus ngga mau nurut. Yaah laptop aja ngerti kalo ditinggalin gitu aja, ngambek, jadi jutek, pengen tenangin pikiran di tukang servis komputer. Gimana manusia....... kalo ditinggalin tiba-tiba, mau marah-marah aja gengsi, yaudahsih minggat aja.. biasanya sih ini dialami korban php............ Lucu ngga sih kalo posting tulisan gak kurang penting gini, Cuma tiga paragraf lagi hmmmm... tambah-tambah aja deh ya.. Selasa malem, 24 Juli 2012    ...