Postingan

Beberapa yang terbaik dari yang terbaik :)

Gambar
                “Mereka adalah mataku, ketika lensa kacamataku retak sebelah. Mereka adalah tanganku, ketika telunjukku teriris dan susah menulis. Mereka adalah mulutku, ketika aku terlalu takut memberitahumu sesuatu. Lebih dari segalanya, mereka adalah airmataku; yang ikut jatuh bersamaku, dan untuk mereka lah, aku harus menjadi lebih kuat, lebih baik. Untuk mereka; agar mereka tak lagi ikut jatuh bersamaku” Rupanya, sahabat tak selalu tentang ‘iya’.                 Untuk lawan argumenku yang terkasih; yang seringkali membuatku berpikir berkali-kali ‘apa yang salah?’ ‘siapa yang salah?’. Ah, rencana Tuhan tak sesimpel naskah drama pagelaran, temanku. Untuk bisa saling mengasihi, kita butuh saling membenci.......diri sendiri lebih dulu.               ...

Penerjemahan yang gagal

Why fall in love if you can fall asleep? Ketika seseorang datang membawakanmu kebahagiaan, dan kau menerjemahkannya sebagai sebuah harapan. Saat itulah, kau telah menjerumuskan perasaanmu sendiri ke dalam angan-angan; tempat di mana tak pernah ada tangan-tangan yang menawaarkanmu bantuan untuk segera keluar. Karena beberapa orang memang senang berbuat baik, tanpa maksud mengajakmu menjadi bagian darinya. Dan, teruntuk orang yang senang menebar kebaikan. Ada baiknya dulu kau datang tanpa buah tangan. Karena beberapa orang tak biasa menganggap sesuatu yang indah sesederhana maksudmu. Dan untukku sendiri, barangkali lebih baik kucuci otakku dulu. Biar bersih dari pemikiran dungu, tentang kau satu-satunya yang bisa melihat aku begitu kecil tapi tetap tak pernah pergi. Baru saja kau ingin kuberitahu satu-dua harapan yang kutitipkan dibahumu, mungkin saja kau ingin mempercepat proses menjadikannya nyata. Tapi sedihku pagi tadi, rasanya setimpal karena aku lancang meminta hatimu setelah kau -...

Memanggilmu 'teman'

Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau berani berjanji untuk tidak pernah pergi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh mengirimi kamu puisi? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku berdosa mencemburui gadis-gadis lain di dekatmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan membiarkanku berebut perhatianmu dengan 'teman'mu yang lain? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku bisa terlihat begitu indah di matamu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku masih boleh diam-diam merindukanmu? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku tidak boleh lagi menginginkanmu menjadi orang di masa depanku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau tetap mengizinkanku merapal namamu di doa malamku? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa kau akan bercerita kepadaku tentang gadis yang kau inginkan? Jika aku tetap memanggilmu 'teman', apa aku boleh melarangmu me...

Hujannya langit, untuk bumi

Kyaa kyaaa akhirnya bisa posting pake gadget sendiri lagi:’) setelah satu postingan sebelum ini bikinnya modal minjem.--. Di luar hujan, hujannya keroyokan. Timing -nya pas gitu buat pasang headphone , dengerin lagu Like We Used To (recomended by @PutriErfianiZ , the Mother Of Nyindir =P ), sambil ngemil tissue. Nyahahaha melocooooo_-----_ Ini sebenernya ngga tau mau posting apa, lagi maruk aja pengen ngotorin blog. Lagi pengen dua-duaan sama laptop yang baru aja rujuk. Sebulan ngga kesentuh, akhirnya laptopnya ngambek, terus ngga mau nurut. Yaah laptop aja ngerti kalo ditinggalin gitu aja, ngambek, jadi jutek, pengen tenangin pikiran di tukang servis komputer. Gimana manusia....... kalo ditinggalin tiba-tiba, mau marah-marah aja gengsi, yaudahsih minggat aja.. biasanya sih ini dialami korban php............ Lucu ngga sih kalo posting tulisan gak kurang penting gini, Cuma tiga paragraf lagi hmmmm... tambah-tambah aja deh ya.. Selasa malem, 24 Juli 2012    ...

Kita beri titik di sini :)

            Katanya, kamu yang paling hafal setiap sinyal yang terpancar dari sonar di kepalaku. Katanya, kamu yang paling mengerti setiap denging nyaring dari kepakan sayapku. Katanya.......... kamu yang paling tahu siapa aku. Kamu bohong ya?             Setiap senja, aku duduk di balik jendela. Menerka-nerka siluet siapa lagi yang akan muncul terkena bias keemasan dari langit. Setiap kali aku mencari, yang kudapati hanya bayangan pak pos kecil berbulu lembut seputih salju, yang mengabariku ‘Tidak ada surat untukmu hari ini, Nona’.             Aku mendengus kesal sendirian, rasanya ingin kucari dimanapun kamu saat ini. Tapi aku sudah kehabisan banyak sekali bubuk pixie hanya untuk terbang mencarimu. Aku malu kalau lagi-lagi meminta segenggam bubuk pixie milik Tinkerbell. Sekarang, yang sibuk kupikirkan adalah seanda...

Sama, kau ataupun mereka

Aku selalu tidak punya kesempatan untuk memberitahumu apa-apa yang menggangguku, pertama karena aku takut ini akan turut mengganggumu, kedua karena aku takut kau tidak akan peduli dan tentunya ini akan lebih mengganggu.               Begini, aku ingin sekali berbagi, terlebih kepadamu. Tentang apa-apa saja yang membuatku bahagia, marah, dan sedih seperti sekarang ini. Tapi sepertinya, kau tidak akan rela memberikan sedikit waktumu untuk mendengarkan semuanya. Tapi Tuhan baik sekali, ketika aku benar-benar sangat membutuhkan bahumu saat ini, Tuhan memberikanku teman-teman yang siap sempurna meminjamkan bahu mereka, pertama untuk menopang sedihku karena sesuatu yang menggangguku ini, kedua untuk melepaskan kecewaku karena kau bukan salah satu dari mereka.             Sederhana cara mereka menunjukkan rasa pedulinya, cukup membuatku terharu ketika melamunkannya. Mereka...

Masih Sanggup Menunggu

Tengadah aku menatap gurat langit-langit Sayangnya hanya langit-langit Bukan langit Langit-langit yang aku sendiri mampu melihatnya Bukan langit yang harusnya bisa kita pandangi bersama Tapak-tapak yang melangkah tanpa ku tahu Ternyata memang sejauh itu Engkau, aku, berdiri di pijakan berbeda Tapi masih ada langit, yang siap menjembatani doaku setiap malamnya Kenyataan selalu menghadiahkanku sepotong rindu Tanpa pernah menuntunku menemuimu Sejauh itukah jeda jarak yang selalu menghambat rindu? Menahanku yang selalu ingin memelukmu Langit malam ini adalah wajah hatiku Tak ada bintang, tak terang Aku redup kali ini, cahayaku dimakan rindu Mungkin ragaku berbatas ruang dan waktu Mungkin mataku tak selalu mampu menjagamu Tapi rasaku, masih sanggup menunggu :)