Postingan

CERPEN : Pilihan Langit :)

            Angie menangis, dia takut tidak bisa menemukan kelinci kesayangannya yang tiba-tiba menghilang ketika bermain di taman. Dia terlalu asyik mengumpulkan bunga-bunga taman yang gugur di tanah, hingga perhatiannya kepada Chicu, kelinci coklat kesayangannya itu pun luput. Dia terlalu lelah menangis dan berkeliling taman mencari kelincinya itu, samppai akhirnya dia hanya duduk di pondokan kecil di ujung taman.             Gadis kecil berusia 7 tahun itu masih saja menangis, sambil terus memanggil-manggil nama kelincinya itu. Sampai akhirnya ia mendengar suara anak laki-laki dari arah belakang.             “Ini punyamu?”, tanya anak laki-laki yang berusia sekitar 9 tahun itu. “Tadi dia berlari ke halaman rumahku, ini punyamu ya?” dengan lembutnya anak itu menyerahkan kelinci lucu berwarna coklat kepada gadis kecil yang ...

Bait Rindu kepada Sunyi :)

Telah kutemukan rumah untuk aku tempati Aku menamainya hatimu Aku senang memimpikanmu untuk menyelamatkan hidup seseorang Hidupku Telah kusampaikan dengan adil Sebait rindu kepada  sunyi Sunyi itu ada pada lembut hela nafasmu Pada bling-bling kilau kerling tatapmu Tanpa laut lumba-lumba tak mampu menyelam Tanpa keduanya, kau dan aku tak akan tersenyum Membayangkan rasa sedalam samudera Telah lama kau hidup di mataku Aku bertahan tak berkedip Agar kau tetap di sana Engkau adalah alasan cakrawala menggantung cahaya setiap pagi Semata kata yang mampu menipu telingamu Rasa ini terlalu bisu untuk membuatmu mendengar Cinta itu bicara bisik-bisik, sayang Untuk mendengarnya, kau harus mendekat

cepen : Kupu-kupu Senja :)

            “Sudah lama dia seperti itu?”             “Sekitar dari dua tahun yang lalu, semenjak pusara itu ada yang punya”             “Maksudmu? Dia anggota pesugihan!? Kenapa tidak kau laporkan?”             “Ndasmu itu! Bukan.. Ini masalah hati”             Hampir rutin setiap minggu laki-laki itu duduk bersila memandangi sebuah pusara, membawa bucket bunga dengan pita berwarna jingga. Selalu seperti itu, bahkan kuncen pemakaman pun sudah hafal benar dengan wajahnya.                                         ...