Postingan

Bait Rindu kepada Sunyi :)

Telah kutemukan rumah untuk aku tempati Aku menamainya hatimu Aku senang memimpikanmu untuk menyelamatkan hidup seseorang Hidupku Telah kusampaikan dengan adil Sebait rindu kepada  sunyi Sunyi itu ada pada lembut hela nafasmu Pada bling-bling kilau kerling tatapmu Tanpa laut lumba-lumba tak mampu menyelam Tanpa keduanya, kau dan aku tak akan tersenyum Membayangkan rasa sedalam samudera Telah lama kau hidup di mataku Aku bertahan tak berkedip Agar kau tetap di sana Engkau adalah alasan cakrawala menggantung cahaya setiap pagi Semata kata yang mampu menipu telingamu Rasa ini terlalu bisu untuk membuatmu mendengar Cinta itu bicara bisik-bisik, sayang Untuk mendengarnya, kau harus mendekat

cepen : Kupu-kupu Senja :)

            “Sudah lama dia seperti itu?”             “Sekitar dari dua tahun yang lalu, semenjak pusara itu ada yang punya”             “Maksudmu? Dia anggota pesugihan!? Kenapa tidak kau laporkan?”             “Ndasmu itu! Bukan.. Ini masalah hati”             Hampir rutin setiap minggu laki-laki itu duduk bersila memandangi sebuah pusara, membawa bucket bunga dengan pita berwarna jingga. Selalu seperti itu, bahkan kuncen pemakaman pun sudah hafal benar dengan wajahnya.                                         ...

cerpen : Merpati Rindu :)

            Kepiluan itu masih terasa, aroma sisa pemandian Mama masih kentara dimana-mana. Aku tak berani bicara, aku tak berani menatap Papa yang sejak tadi menebarkan senyuman ke semua tamu takziah. Aku takut melenyapkan senyuman yang susah payah Papa ciptakan, sejak kepergian Mama malam kemarin Papa tak sekalipun menitikkan air mata. Padahal aku tahu, betapa kehancuran sedang melanda hatinya. “Iya Mbak, jenazahnya dimakamkan siang tadi”, sekilas aku mendengar pembicaraan Papa dengan Bude Tini yang baru saja sampai dari Yogya. “Yaa, kita daoakan saja Lani tenang di sana”. Ingin rasanya aku berlari memeluk Papa, dan menangis sejadi-jadinya, hanya saja aku takut mengakui ini semua. Dalam otakku, hanya terputar video masa lalu. Kukira, aku akan bangun dan ini hanya mimpi buruk. Ternyata, Mama benar-benar sudah pergi. Selamanya..             Leukimia stadium lanjut, telah mengger...